JASA AUDIT LAPORAN KEUANGAN HISTORIS | JASA AUDIT REVIU | JASA ASSURANCE LAINNYA | KONTAK BISNIS : 0856 5416 9903 / 0811 575 787

Kaki Penantang : Seri Ke 5 ; Taman Bungkul,Surabaya

For your information, dalam perjalanan menuju Surabaya, Gue sempet nanya-nanya dikit ke mbah google, Gue ketik tentang tempat-tempat yang wajib dikunjungi jika ke Surabaya. Berbekal android mahal yang Gue beli, proses googling pun lebih cepat. Hitungan detik, banyak sekali muncul jawaban atas pertanyaan Gue, padahal Gue cuma nanya satu hal, si google malah ngasi jawaban banyak banget, Gue terharu, ternyata google segitu pedulinya ama Gue.
Gue pilih satu-satu, mata dan hati Gue tertuju ke salah satu artikel, “19 tempat wisata yang wajib di kunjungi di Surabaya”, begitulah judulnya. Bukan masalah jumlah yang harus dikunjungi, tapi tulisan “wajib” itu yang bikin Gue serem. Kenapa Gue serem?
Ok, kita bahas sekarang. Wajib, secara artinya sesuatu yang harus kita lakukan, kalau dalam islam, wajib merupakan salah satu hukum islam yang artinya dikerjakan dapat pahala, ditinggalkan dapat dosa. Nah, Ancaman atas dosa itu yang bikin Gue takut.
Shalat Gue udah kurang rajin, sunnah nabi apa lagi, nah masak yang ini juga gak bisa Gue kerjain. Gue klik artikel terebut, lalu muncullah ke 19 tempat-tempat yang wajib dikunjungi itu. Gue pilih beberapa yang menurut Gue paling menarik, dan yang paling kepengen Gue kunjungin. Gue mulai dari taman Bungkul, Jembatan Suramadu, Kebun Binatang Surabaya, Tugu Pahlawan, Museum Kapal Selam dan Universitas Air Langga, sebenarnya kampus AirLangga gak masuk list dari kesembilan belas itu, Gue cuma penasaran, lebih tepatnya karena sakit hati, karena dulu Gue gak lolos seleksi buat kuliah di kampus ini.
Jadilah di hari serta malam pertama disurabaya Gue pergi ke Taman Bungkul Surabaya. Sengaja Gue pilih malam hari, karena dari gambar yang Gue liat di internet, Taman Bungkul keliatannya bagus banget dimalam hari. Banyak lampunya, warna warni, cocok banget buat laki-laki kayak Gue yang lembut dan sering ditinggalin cewek, dengan alasan itulah Gue putusin buat ke Taman Bungkul dimalam hari.
Gue kayuh sepeda hasil pinjeman perlahan, sambil nikmatin suasana Kota Surabaya dimalam hari. Jalanan rame,hilir mudik motor dan mobil, nah yang Gue suka dari Surabaya, untuk pesepeda kayak Gue, Gue gak kehilangan tempat dijalan raya. Dipinggir disediain ruang khusus untuk pesepeda, dan gak di  ganggu sama sekali sama kendaraan lain.
Sekitar setengah jam, akhirnya Gue nyampe ditaman Bungkul. Walaupun gak keliatan seperti digambarnya, Taman Bungkul tetaplah memesona buat Gue. Suasana taman Bungkul rame dan penuh, mulai dari anak-anak, orang tua, anak muda yang lagi pacaran, penjual asongan, semuanya berbaur. Taman Bungkul telah menyatukan semua kalangan.
For your information untuk yang belum tahu aja, Taman Bungkul sebenarnya adalah tempat salah satu makam orang yang di pandang disurabaya, setiap hari katanya selalu rame oleh para pejiarah, dan Gue udah saksiin sendiri gimana hilir mudiknya para pejiarah. Gue gak tahu jelas sejaranya seperti apa, pembaca yang budiman bisa cek sendiri di internet tanya ke mbah google, jangan suka ngeropotin Gue, hidup Gue udah terlalu repot soalnya. Nah kenapa jadi curhat lagi.
Mungkin hanya di Taman Bungkul suasana pemakaman jadi gak serem, dan mungkin hanya disini anak-anak bisa bermain tanpa dilarang sama orang tuanya. Gak seperti kebanyakan makam yang selalu dengan image serem, banyak setan, inilah itulah. Gak seperti kebanyakan makam, dimana anak-anak selalu takut untuk bermain disitu, takut kualat dan dimarahi orang tuanya.
Dari taman Bungkul Gue belajar tentang suatu hal. Tentang, sesuatu yang sebenarnya belum tentu buruk buat kita, tergantung bagaimana kita berusaha memperlakukan dan menerimanya.

Gue pun duduk disisi yang masih lowong. Duduk sambi menikmati lampu warna-warni di taman Bungkul. Sepersekian detik berbagai kenanganpun berterbangan.

Comments

Posting Terpopuler