Pagi Yang kesekian.
Kukatakan hari ini, hatiku begitu sakit. Duri menancap tak mau dia tercabut.Kamu mungkin saja tersenyum sekarang, aku pun tersenyum tapi dengan luka yang kucoba kutepikan dari wajahku. Tapi kurasa aku tak mampu menyembunyikan luka ini lebih lama, terlalu sakit rasanya.
Entah pagi ke berapa, baru aku akan tenang. Entah pagi keberapa baru aku bisa terbangun dari mimpiku dengan perasaan yang nyaman.
Luka kawan, perih nian rasanya. Tak bisa pula aku menghindar, kucari kesibukan yang lain, tetap saja tak mampu mneghapusmu.
Sengaja kutulis kata demi kata dalam blog ini, karena rasanya tak akan ada yang bisa mengerti perasaanku. Kalian cukup membacanya. Dan kuharap luka dan perih ini tidak menimpa kalian. Semoga pembaca, berbahagia bersama kekasih kalian masing-masing.
Entah pagi ke berapa, baru aku akan tenang. Entah pagi keberapa baru aku bisa terbangun dari mimpiku dengan perasaan yang nyaman.
Luka kawan, perih nian rasanya. Tak bisa pula aku menghindar, kucari kesibukan yang lain, tetap saja tak mampu mneghapusmu.
Sengaja kutulis kata demi kata dalam blog ini, karena rasanya tak akan ada yang bisa mengerti perasaanku. Kalian cukup membacanya. Dan kuharap luka dan perih ini tidak menimpa kalian. Semoga pembaca, berbahagia bersama kekasih kalian masing-masing.


Comments
Post a Comment