JASA AUDIT LAPORAN KEUANGAN HISTORIS | JASA AUDIT REVIU | JASA ASSURANCE LAINNYA | KONTAK BISNIS : 0856 5416 9903 / 0811 575 787

Anak Selatan.....











Anak selatan ; begitu lah aku menyebut anak yang satu ini. Bukan tanpa alasan, tapi karena dia memang berasal dari wilayah selatan di sebuah kampung yang disebut dengan kampung sungai jaga A. Sebuah kampung kecil dimana mayoritas masyarakatnya berada dalam katagori ekonomi lemah. Terutama si Anak selatan ini.
Keadaan ekonominya tak kalah memprihatikan dengan acara reality show yang biasanya menyajikan kesusahan hidup orang lain. Bahkan aku rasa, si anak selatan ini cocok untuk di liput, atau apa lah, mau acara rumah gratis atau yang lainnya, karena tak bisa dipungkiri, seisi kampung pun sudah tahu jika keadaan keluarga si anak selatan ini masuk dalam nominasi keluarga kurang beruntung dari sisi ekonomi.
Ayahnya yang berprofesi sebagai buruh berpenghasilan 25000 sampai dengan 30000 rupiah sehari, tentu bukan lah katagori mampu untuk menghidupi tanggungan sebanyak delapan kepala dengan gaya berfoya-foya. Bisa makan sehari, serta tidak berhutang kesana kemari saja sudah lebih dari cukup.
Ibunya yang sehari-hari berladang di tanah milik orang lain tentu tidak banyak membantu dari segi pundi-pundi rupiah, lepas agar tidak membeli beras untuk makan sudah saja sudah patut disyukuri. Ini pun sifatnya untung-untungan. Kalau musim bagus, padi tidak dirampas hama, dan kebaikan Tuhan sedang ditangan, simpanan beras bisa cukup untuk makan selama enam bulan sampai satu tahun. Tapi, kalau sebaliknya? Bukan bintang yang ditanggung malah mendung diatas kepala.
Aku tidak akan membahas terlalu banyak tentang kemisikinan keluarga ini, kurasa tak akan cukup jika hanya kutuliskan dalam lima atau seratus lembar kertas. Aku akan menceritakan sisi lain dari keluarga ini, kuharap apa yang kutulis ini akan banyak membantu para pembaca yang budiman.
Sebelum aku mulai menuliskan semuanya. Ada satu pertanyaan yang ingin kuutarakan, silakan kalian menjawabnya dalam hati, tak perlu kalian berkomentar, mengirimiku pesan pribadi, atau yang sejenis untuk mengklarifikasi. Ingat, cukup kalian jawab dalam hati.
Pertanyaannnya adalah...

“Menurut kalian sejauh mana jenjang pendidikan anak-anak yang terlahir dari keluarga yang kurang beruntung?”

Bersambung......

Comments

Posting Terpopuler