Anak Selatan.....
Anak selatan ;
begitu lah aku menyebut anak yang satu ini. Bukan tanpa alasan, tapi karena dia
memang berasal dari wilayah selatan di sebuah kampung yang disebut dengan
kampung sungai jaga A. Sebuah kampung kecil dimana mayoritas masyarakatnya
berada dalam katagori ekonomi lemah. Terutama si Anak selatan ini.
Keadaan
ekonominya tak kalah memprihatikan dengan acara reality show yang biasanya
menyajikan kesusahan hidup orang lain. Bahkan aku rasa, si anak selatan ini
cocok untuk di liput, atau apa lah, mau acara rumah gratis atau yang lainnya,
karena tak bisa dipungkiri, seisi kampung pun sudah tahu jika keadaan keluarga
si anak selatan ini masuk dalam nominasi keluarga kurang beruntung dari sisi
ekonomi.
Ayahnya yang
berprofesi sebagai buruh berpenghasilan 25000 sampai dengan 30000 rupiah sehari,
tentu bukan lah katagori mampu untuk menghidupi tanggungan sebanyak delapan
kepala dengan gaya berfoya-foya. Bisa makan sehari, serta tidak berhutang
kesana kemari saja sudah lebih dari cukup.
Ibunya yang
sehari-hari berladang di tanah milik orang lain tentu tidak banyak membantu dari
segi pundi-pundi rupiah, lepas agar tidak membeli beras untuk makan sudah saja
sudah patut disyukuri. Ini pun sifatnya untung-untungan. Kalau musim bagus,
padi tidak dirampas hama, dan kebaikan Tuhan sedang ditangan, simpanan beras
bisa cukup untuk makan selama enam bulan sampai satu tahun. Tapi, kalau
sebaliknya? Bukan bintang yang ditanggung malah mendung diatas kepala.
Aku tidak akan
membahas terlalu banyak tentang kemisikinan keluarga ini, kurasa tak akan cukup
jika hanya kutuliskan dalam lima atau seratus lembar kertas. Aku akan
menceritakan sisi lain dari keluarga ini, kuharap apa yang kutulis ini akan
banyak membantu para pembaca yang budiman.
Sebelum aku
mulai menuliskan semuanya. Ada satu pertanyaan yang ingin kuutarakan, silakan
kalian menjawabnya dalam hati, tak perlu kalian berkomentar, mengirimiku pesan
pribadi, atau yang sejenis untuk mengklarifikasi. Ingat, cukup kalian jawab
dalam hati.
Pertanyaannnya
adalah...
“Menurut kalian
sejauh mana jenjang pendidikan anak-anak yang terlahir dari keluarga yang
kurang beruntung?”
Bersambung......



Comments
Post a Comment